TAK pernah menyebut diri sebagai sastrawan, Hairil Anwar Arifin bin Arifin Abdul Hamid bin Abdul Hamid memang memiliki bakat menulis sejak kecil. Karena itu tidaklah heran jika semasa duduk di bangku sekolah dasar, bungsu dari delapan bersaudara ini bercita-cita menjadi wartawan. Keinginan itu pun terwujud setelah kelahiran Desa Sungaibuluh Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2 April 1977 ini diterima menjadi jurnalis dan bergabung dengan Harian Pagi Bangka Pos (Kelompok Kompas Gramedia) pada tahun 2004. Empat tahun lamanya, pengagum wartawan senior Rosihan Anwar ini mendedikasikan diri pada dunia pers melayani pembaca melalui goresan penanya di surat kabar. Sekarang, meski tak lagi bergelut di dunia pers karena sejak tahun 2008 diterima menjadi PNS di lingkungan Pemeritah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), namun minat menulis lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Bangka ini tak pernah padam.(HAA)
mantap... welcome to the jugle
BalasHapusbuah sukun buah ceremai
BalasHapusnangka belande di belah dua
hidup rukun dan juga damai
jangan sampai terbagi dua